Pembaruan driver biasanya memperbaiki kompatibilitas, keamanan, atau kinerja perangkat. Namun, versi baru juga dapat menimbulkan layar berkedip, suara hilang, koneksi terputus, perangkat tidak terdeteksi, atau komputer menjadi tidak stabil. Jika masalah muncul tepat setelah pembaruan, mengembalikan driver ke versi sebelumnya sering menjadi langkah pemulihan yang paling masuk akal.
Panduan ini berfokus pada Windows karena sistem tersebut menyediakan fungsi khusus untuk mengembalikan driver. Langkah-langkahnya dapat diterapkan pada kartu grafis, perangkat audio, adaptor jaringan, kamera, touchpad, dan berbagai komponen lain.
Pastikan Pembaruan Driver Memang Penyebabnya
Jangan langsung mengganti driver hanya karena komputer mengalami masalah. Periksa terlebih dahulu hubungan waktu antara pembaruan dan gangguan yang muncul. Dugaan terhadap driver cukup kuat apabila perangkat bekerja normal sebelumnya, masalah terjadi segera setelah pembaruan, dan hanya fungsi yang berkaitan dengan perangkat tersebut yang terganggu.
Beberapa contoh gejala yang patut diperiksa meliputi:
- Layar berkedip, resolusi berubah, atau aplikasi grafis sering tertutup setelah driver tampilan diperbarui.
- Suara hilang, terputus-putus, atau perangkat keluaran tidak muncul setelah pembaruan driver audio.
- Wi-Fi atau koneksi kabel sering terputus setelah driver adaptor jaringan berubah.
- Kamera, Bluetooth, touchpad, atau perangkat USB tidak lagi dikenali.
- Komputer mengalami layar biru atau berhenti merespons ketika perangkat tertentu digunakan.
Sebelum melanjutkan, mulai ulang komputer satu kali. Ada pembaruan yang belum selesai diterapkan sampai proses mulai ulang dilakukan. Periksa juga kabel, sakelar perangkat, volume, mode pesawat, dan pengaturan dasar lain agar masalah sederhana tidak keliru dianggap sebagai kerusakan driver.
Persiapan Sebelum Mengembalikan Driver
Simpan pekerjaan dan tutup aplikasi yang sedang digunakan. Jika yang bermasalah adalah adaptor jaringan, unduh terlebih dahulu paket driver lama atau driver yang direkomendasikan produsen perangkat. Dengan demikian, Anda tetap memiliki berkas pemasangan apabila koneksi internet hilang selama proses pemulihan.
Untuk perubahan pada komponen penting, buat titik pemulihan sistem jika Windows masih dapat digunakan dengan normal. Titik pemulihan bukan pengganti cadangan data pribadi, tetapi dapat membantu mengembalikan konfigurasi sistem apabila perubahan driver menghasilkan masalah tambahan.
Ubah satu hal dalam satu waktu. Setelah mengembalikan sebuah driver, uji komputer sebelum memperbarui, menghapus, atau memasang komponen lain. Cara ini memudahkan penentuan penyebab masalah.
Menggunakan Fitur Roll Back Driver
Cara paling langsung adalah memakai fungsi Roll Back Driver di Device Manager. Fungsi ini menghapus driver yang baru dan memulihkan versi sebelumnya yang masih disimpan oleh Windows.
- Klik kanan tombol Start, lalu buka Device Manager.
- Cari kategori perangkat yang bermasalah, seperti Display adapters, Sound, video and game controllers, atau Network adapters.
- Buka kategorinya, kemudian klik dua kali perangkat yang ingin diperbaiki.
- Pilih tab Driver dan periksa nama penyedia, tanggal, serta versi driver. Informasi ini berguna untuk memastikan bahwa perangkat yang dipilih sudah benar.
- Pilih Roll Back Driver.
- Pilih alasan pengembalian apabila diminta, lalu konfirmasikan prosesnya.
- Mulai ulang komputer, meskipun Windows tidak selalu memintanya.
Sesudah komputer menyala, uji fungsi utama perangkat. Putar audio untuk memeriksa driver suara, sambungkan kembali jaringan untuk menguji adaptor, atau gunakan aplikasi yang sebelumnya memicu gangguan grafis. Jangan hanya mengandalkan status perangkat di Device Manager karena sebuah driver dapat terlihat aktif tetapi tetap bermasalah saat digunakan.
Jika Tombol Roll Back Driver Tidak Aktif
Tombol tersebut biasanya tidak dapat dipilih apabila Windows tidak menyimpan versi lama, driver baru dipasang melalui metode yang menggantikan paket sebelumnya, atau pembersihan sistem telah menghapus berkas pemulihan. Dalam keadaan ini, Anda masih dapat memasang versi lama secara manual.
Memasang Kembali Driver Versi Sebelumnya
Gunakan paket driver yang sesuai dengan model perangkat dan versi Windows. Untuk laptop atau komputer rakitan pabrik, driver dari halaman dukungan produsen komputer biasanya menjadi pilihan awal yang aman karena telah disesuaikan dengan perangkat tersebut. Pastikan juga arsitektur sistem dan model perangkat cocok.
Jika paket driver lama tersedia dalam bentuk pemasang, ikuti langkah berikut:
- Putuskan koneksi internet untuk sementara apabila Windows berulang kali memasang kembali versi driver yang bermasalah.
- Buka Device Manager dan temukan perangkat terkait.
- Klik kanan perangkat, pilih Uninstall device, lalu baca setiap pilihan yang muncul dengan teliti.
- Jangan memilih opsi untuk menghapus paket driver kecuali Anda sudah memiliki salinan driver pengganti dan memang perlu membersihkan versi tersebut.
- Mulai ulang komputer.
- Jalankan pemasang driver versi sebelumnya, kemudian mulai ulang kembali setelah pemasangan selesai.
Apabila paketnya tidak memiliki aplikasi pemasang, pembaruan manual dapat dilakukan dari Device Manager. Klik kanan perangkat, pilih opsi untuk memperbarui driver, lalu arahkan Windows ke folder tempat berkas driver disimpan. Pilih hanya driver yang benar-benar ditujukan untuk perangkat tersebut.
Menggunakan System Restore untuk Masalah yang Lebih Luas
System Restore layak dipertimbangkan jika pembaruan driver membuat beberapa bagian sistem bermasalah atau komputer sulit digunakan. Fitur ini dapat mengembalikan driver, registri, dan konfigurasi sistem ke kondisi pada titik pemulihan yang dipilih. Dokumen pribadi tidak dirancang untuk dihapus, tetapi aplikasi dan pembaruan yang dipasang setelah titik tersebut dapat terdampak.
- Cari dan buka menu pemulihan sistem dari pencarian Windows.
- Pilih titik pemulihan yang dibuat sebelum pembaruan driver.
- Gunakan pilihan untuk memindai program yang terdampak jika tersedia.
- Periksa ringkasan perubahan, lalu lanjutkan hanya jika titik dan waktunya sudah tepat.
- Biarkan komputer menyelesaikan proses tanpa dimatikan paksa.
Gunakan metode ini setelah pengembalian driver biasa tidak tersedia atau tidak menyelesaikan masalah. System Restore mengubah lebih banyak bagian sistem sehingga dampaknya lebih luas daripada rollback satu perangkat.
Jika Windows Tidak Bisa Masuk Secara Normal
Driver yang rusak, terutama driver grafis atau penyimpanan, dapat menghambat proses masuk ke Windows. Cobalah membuka lingkungan pemulihan dan menjalankan Safe Mode. Mode ini memakai rangkaian driver yang lebih terbatas sehingga Anda dapat membuka Device Manager, menghapus driver bermasalah, atau menjalankan System Restore.
Jika layar hanya gelap setelah pembaruan driver grafis, tunggu beberapa saat dan coba mulai ulang secara normal satu kali. Bila masalah tetap terjadi, gunakan Safe Mode untuk mengembalikan atau menghapus driver tersebut. Hindari mematikan komputer berulang kali saat sistem sedang menerapkan pembaruan karena hal itu dapat menambah kerusakan pada konfigurasi.
Mencegah Driver Bermasalah Terpasang Kembali
Setelah versi lama berhasil memulihkan fungsi perangkat, catat nomor versinya. Windows dapat menawarkan lagi versi yang menimbulkan masalah melalui pembaruan otomatis. Jika pembaruan itu muncul sebagai pembaruan opsional, jangan memasangnya sampai tersedia versi yang lebih baru atau sampai Anda memastikan masalah kompatibilitas telah diperbaiki.
Beberapa kebiasaan berikut juga membantu mengurangi risiko:
- Hindari aplikasi pembaru driver dari sumber yang tidak jelas.
- Jangan memperbarui semua driver sekaligus jika komputer sudah berfungsi dengan baik.
- Unduh driver berdasarkan model perangkat yang tepat, bukan hanya nama kategori umumnya.
- Buat titik pemulihan sebelum mengganti driver penting secara manual.
- Simpan satu salinan driver jaringan yang berfungsi untuk keadaan darurat.
- Catat versi sebelum dan sesudah pembaruan agar perbandingan lebih mudah.
Kapan Perlu Mencari Penyebab Lain?
Jika driver lama tidak menyelesaikan masalah, penyebabnya mungkin bukan pembaruan tersebut. Periksa pembaruan sistem lain yang dipasang pada waktu bersamaan, pengaturan daya, konflik aplikasi, kerusakan berkas sistem, suhu perangkat, kabel, serta kondisi perangkat keras.
Tanda peringatan perangkat keras antara lain perangkat sering menghilang meskipun beberapa versi driver telah dicoba, gangguan muncul sebelum sistem operasi dimuat, atau perangkat tidak terdeteksi sama sekali. Dalam situasi seperti ini, pengujian perangkat keras atau bantuan teknisi lebih tepat daripada terus mengganti driver.
Penutup
Mengembalikan driver paling aman dilakukan secara bertahap: pastikan gejala berkaitan dengan pembaruan, gunakan Roll Back Driver, pasang versi lama secara manual jika diperlukan, lalu pertimbangkan System Restore untuk gangguan yang lebih luas. Setelah komputer kembali stabil, catat versi yang berfungsi dan tunda pembaruan bermasalah agar tidak terpasang kembali. Pendekatan yang terukur membantu memulihkan perangkat tanpa membuat perubahan sistem yang tidak perlu.









Komentar pembaca
Tinggalkan komentar